POTENSI TABALONG TAHUN 2018

Sektor Perkebunan

Di sektor perkebunan, produksi  karet Kabupaten Tabalong mencapai angka lebih dari 61.235 ton dari total luas lahan perkebunan karet yang mencapai 71.189 hektar. Ini berarti total produksi per hektarnya mencapai 1,3 ton/ha/tahun. Ini adalah yang tertinggi ke-2 di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan potensi produksi karet yang melimpah seperti ini, sampai sekarang belum ada pabrik pengolahan karet yang beroperasi di Kabupaten Tabalong. Sementara yang sudah ada hanyalah pabrik-pabrik pengolahan dari bahan mentah menjadi bahan industri atau bahan setengah jadi.

Bila peluang-peluang yang masih sangat terbuka luas ini bisa benar-benar dioptimalkan pemanfaatannya maka tidak mustahil Kabupaten Tabalong akan menjelma menjadi sebuah daerah dengan nilai investasi tertinggi, tidak hanya ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga tingkat regional Kalimantan bahkan tingkat nasional.

Sektor Peternakan

Pengembangan ternak besar khususnya sapi, sungguh menjadi potensi yang sangat progresif dan menjanjikan di Kabupaten Tabalong. Ini bukan sekedar asumsi. Tapi ini lebih merupakan fakta yang dibuktikan oleh data kebutuhan sapi potong masyarakat.

Setiap hari, minimal kebutuhan sapi potong di Kabupaten Tabalong sebanyak 10 ekor. Jika diakumulasi dalam satu bulan maka angka kebutuhan sapi potong ini akan menjadi 300 ekor. Dari hitungan ini maka dalam satu tahun dapat dipastikan bahwa masyarakat Kabupaten Tabalong membutuhkan sapi potong sebanyak 3600 ekor.

Sementara itu, kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan sapi potong hanya berkisar antara 500 hingga 600 ekor per tahun. Dari kalkulasi ini dapat disimpulkan bahwa di Kabupaten Tabalong masih terdapat peluang investasi yang sangat progresif, terutama dibidang peternakan dan lebih khusus lagi di sub sektor ternak besar. Tidak tanggung-tanggung, ada peluang sebanyak 3000 ekor per tahun.

Angka ini tentu masih belum seberapa jika dikaitkan dengan tingginya persentase umat Islam yang setiap tahun sangat antusias untuk menunaikan ibadah qurban. Untuk keperluan qurban saja, setidaknya dibutuhkan lebih dari 250 ekor sapi.

Sektor Pariwisata

Salah satu peluang investasi yang tidak kalah menarik adalah sektor pariwisata. Masyarakat Tabalong yang heterogen dan tergolong sibuk, cenderung lebih banyak menghabiskan waktu libur akhir pekannya di luar daerah, seperti ke Banjarmasin, Martapura, Barabai ataupun Amuntai.

Penyebabnya sangat mudah ditebak. Karena di Kabupaten Tabalong belum tersedia sarana rekreasi atau sarana bermain untuk keluarga. Kalaupun ada semisal Tanjung Bersinar Park, Danau Tanjung Puri, Air Terjun Lano, Goa Liang Kantin dan lain-lain. Semua itu belum memenuhi selera masyarakat, karena destinasi wisata tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.

Agar kejenuhan masyarakat Tabalong yang telah melewati hari-hari sibuknya selama sepekan dapat terobati, tentu diperlukan fasilitas rekreasi yang memadai. Perlu dibangun destinasi wisata buatan seperti Water Boom, Sarana Wisata Air, Sarana Bermain Anak-anak dan lain-lain. Selain itu juga perlu dikembangkan dengan baik destinasi wisata alam yang cukup banyak di daerah ini. Dengan ketersediaan fasilitas rekreasi tersebut maka masyarakat Tabalong akan menghabiskan waktu liburan akhir pekannya di daerah sendiri, sekaligus akan turut menggerakkan ekonomi masyarakat disekitarnya.

Sektor Jasa

Perhotelan

Hingga saat ini di Kabupaten Tabalong baru terdapat 21 hotel, guest house maupun penginapan. Dua diantaranya adalah hotel berbintang, yaitu Aston City Hotel, Hotel Jelita Tanjung dan Hotel Indiana. Terus berkembangnya Kota Tanjung dan berkembang pesatnya industry di Kabupaten Tabalong semakin memantapkan Kota Tanjung sebagai tujuan investasi. Tidak sedikit kegiatan rapat, workshop, meeting dan even-even berskala besar lainnya yang dihelat di Kota Tanjung. Semua itu memberikan dampak positif terhadap tingginya tingkat hunian hotel-hotel berbintang ataupun fasilitas peristirahatan lainnya, hingga yang berlabel penginapan sekalipun.

Oleh karenanya, guna memenuhi tuntutan zaman dan perkembangan kedepan, Kota Tanjung masih membutuhkan setidaknya satu lagi hotel berbintang, setidaknya bintang satu sehingga hal ini akan menjadi daya dukung terhadap terus menggeliatnya iklim investasi di Kabupaten Tabalong.